Rumah Budhe Coffee

Jalanan Selokan Mataram, khususnya yang berdekatan dengan kampus-kampus besar di Jogja sangat begitu menyebalkan. Keramaian dan keruwetannya terkadang di luar nalar. Untung ada salah satu kedai kopi disana yang pas untuk menertawakan mereka, yang ada di jalanan.

Sabtu siang yang terik saat itu, saya bersama teman dari Boyolali memutuskan untuk singgah di sebuah kedai kopi di bilangan Selokan Mataram yang padat. Kenapa padat, karena Selokan Mataram yang saya maksud adalah persimpangan antara Kampus Fakultas Teknik UNY dan Fakultas Peternakan UGM. Di sebuah persimpangan yang pak “ogah”nya saja sampai misuhmisuh, karena pengendara yang dibantu untuk menyeberang persimpangan saja sangat bebal dan ngeyel.

Kedai tersebut bernama Rumah Budhe Coffee, berada di Jalan Bougenville, Gang Anyer, Karang Gayam, Caturtunggal, Depok, Sleman. Lokasi gampangnya ya di pojok persimpangan ruwet seperti yang saya sebutkan diatas tadi. Kedai Rumah Budhe Coffee ini berukuran kecil. Jalan di depan kedai juga kecil. Yang membawa mobil untuk ke Rumah Budhe Coffee harus memarkirkan kendaraannya agak jauh karena akses parkir yang tidak memungkinkan.

Rumah Budhe Coffee

Rumah Budhe Coffee sepertinya berada di sebuah bekas rumah yang kemudian disulap menjadi kedai kopi. Cat dindingnya berwarna putih agak kecoklatan. Jendelanya berukuran besar, mengelilingi seluruh ruang dalam kedai namun tetap tertutup oleh korden besi klasik atau apalah namanya itu. Mesin Espresso dan beberapa perabotan di dominasi oleh warna kuning dan warna kontras lainnya. Ada dua rak yang dihiasi oleh tanaman kaktus. Kaktus ini mengimbangi segala perabotan dengan warna mencolok di dalam kedai. Dari dalam kedai. yang membuat saya tertarik adalah atap kedai yang dihiasi papan panjang membentang. Sebuah konsep yang begitu mempercantik ruangan.

Rumah Budhe Coffee

Oke saya pesan itu mbak!” Balas saya agar tak mengecewakan barista (cantik) di depan saya.

Saat saya datang, saya sudah di tunggu oleh teman dari Boyolali lainnya. Dia terlihat memesan Summer Fresh, sebuah minuman yang membuat saya tertarik untuk datang kembali ke Rumah Budhe Coffee. Perlu diketahui, ini kali kedua saya kesana. Jauh sebelumnya di bulan Ramadan, saya pernah kesana dan sempat mencoba signature drink bernama Es Kopi Susu Budhe. Bagi saya signature drink mereka lumayan nikmat. Campuran espresso dan susunya begitu pas. Atau karena saat itu bulan Ramadan sehingga semua yang dinikmati begitu nikmat? Ah, tampaknya saya perlu pesan lagi sepertinya.

Di meja kasir saya berpura-pura tidak tahu kalau Rumah Budhe Coffee memiliki menu minuman baru. “Cobain menu baru mas, Summer Fresh namanya, Americano dengan es, ditambah mint dan lemon.” -kata Barista.

“Oke saya pesan itu mbak!” Balas saya agar tak mengecewakan barista (cantik) di depan saya. Saya menambahkan finger food berupa Sistagor yang kemudian baru saya tahu kalau itu kependekan dari Sosis-Kentang-Goreng yang sambalnya bikin melek karena pedasnya.

Menunggu pesanan datang, seperti biasa saya selalu mengobrol ghibah dengan kedua teman nyinyir saya ini. Topiknya memang selalu absurd, malah jarang soal kopi. Walaupun kami tergabung dengan grup (yang juga) absurd bernama Blogger Ngopi Bareng. Grup yang berisi pula para maestro dunia survival.

Tak berapa lama Summer Fresh pesanan saya akhirnya tiba. Seruput sedikit, saya merasakan nostalgia rasa yang hampir sama dengan secangkir cold brew dari sebuah kedai kopi di lereng merapi sana. Yang menarik, rasa memang dominan asam. Tentunya karena campuran lemon yang ada. Manis-asamnya pas di lidah. Justru malah rasa mint yang belum bisa saya rasakan. Tampaknya mint hanya digunakan sebagai garnish saja di Summer Fresh ini.

Rumah Budhe Coffee

Karena sudah makan kenyang. Saya tidak memesan makanan berat di Rumah Budhe Coffee. Sistagor yang saya pesan sudah cukup untuk sharing cemilan bersama teman. Nilai plus saya sematkan ke saus coklat pedas yang dipakai. Pedasnya nendang, untung memang Rumah Budhe Coffee menyediakan infuse water gratis biar konsumen tidak perlu pesan minum lagi bila kepedasan.

Rumah Budhe Coffee

Di dalam kedai Rumah Budhe Coffee, saya bilang kedai ini tenang karena tiada musik kencang yang diperdengarkan. Ruangan seperti kedap suara, hanya celoteh konsumen di dalam kedai yang mengisi suara di dalam. Rumah Budhe Coffee memang tempat paling cocok untuk menertawakan persimpangan ruwet antara UNY dan UGM di pinggir Selokan Mataram tersebut. Kamu bisa mencobanya seperti saya, ada banyak pilihan menu kopi yang bisa dicoba mulai dari manual brewing, espresso based, milk based, non-coffee dan lain sebagainya.

Rumah Budhe Coffee

Jl. Bougenville Gg. Anyelir, Karang Gayam, Caturtunggal, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta 55281

Jam Buka: 10.00-01.00

Instagram: @rumahbudhecoffee

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *